YES,I AM
Jumat, 03 Januari 2014
PELAPISAN SOSIAL
Pengertian Pelapisan Sosial
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah. Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal.
PELAPISAN SOSIAL DI LINGKUNGAN RT SAYA
Pada dasarnya pelapisan juga bisa terjadi di lingkungan keluarga tanpa kita sadari. Pelapisan sosial di RT saya ,kebetulan saya tingal di perumahan yang mana Kknya kurang lebih 50. Dimana pada tingkat stratifikasi sosial termasuk uppclass. Sehingga sifat individualismenya lebih tinggi. Sehingga memungkinkan terjadi pelapisan sosial.
Berikut beberapa dampak pengaruh pelapisan sosial di beberapa aspek kehidupan di RT saya;
A.Dilihat dari Segi Ekonomi
Dari segi ekonomi pada RT saya memang seluruh warganya berkecukupan. Sehinggga terjadinya pelapisan sosial juga meningkat namun semua itu tergantung pada diri masing-masing. Di RT saya ada yang membeda-bedakan antara satu dengan yang lain ada pula yang tidak. Namun dilihat dari segi ekonomi pelapisan sosial sangat nampak, dari cara pakaian, harta yang dimilikinya dan lain-lain dan kemudian mempengaruhi sikap seperti tidak adnya kepedulian antar sesama.
B.Dilihat dari Segi Pendidikan
Di RT saya semua warganya memang berpendidikan yang tinggi. Sehingga untuk masalah pelapisan sosial juga bisa terjadi karena saling mencari keunggulan/bersaing. Di RT saya ada juga yang tidak seperti itu namun, kebanyakan saling membandingkan atau membedakan antara satu dengan yang lain. Contohnya ; membedakan antara yang sekolah dengan yang tidak sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku. Namun di RT saya tidak terjadi hal seperti di contoh tadi karena sifat yang individualis tadi.
C.Dilihat dari Segi Kepandaian
Pada segi kepandaian, di RT saya pelapisan sosial tidak begitu nampak. Karena kebanyakan di RT saya yang individualisme tadi. Tidak seperti di daerah kampung yang masih sering mengunggul-unggulkan kepandaian anaknya ke orang lain. Sehingga timbul sikap yang kurang baik antar sesama.
Dan begitulah pelapisan sosial di daerah saya. mungkin setiap daerah terjadi hal tersebut dan itupun tergantung dari diri pribadi.
Sumber : http://raullycious.wordpress.com/2011/11/22/pengertian-pelapisan-sosial-dan-aspek-aspek-positif-dan-negatif-dari-sistem-pelapisan-sosial/
Rabu, 20 November 2013
KONFLIK BATIN
KONFLIK
BATIN, SEBAB DAN CARA MENGATASINYA
Konflik batin, mungkin bagi kita kata itu
sudah tidak asing lagi, bahkan setiap manusia mengalaminya. Konflik batin
terjadi bisa karena banyak faktor-faktor memicu. Foktor – faktor itu jika
terjadi konflik batin dengan diri sendiri biasanya kita melakukan kesalahan
atau berbuat dosa, penyesalan dan lain-lain. Namun jika konflik terjadi dengan
orang lain biasanya karena perbedaan pendapat, egoisme yang tinggi dan
lain-lain. Dan setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk mengatasinya. Tak mudah
untuk menyelesaikan masalah karena harus ada kekompakkan antara dua belah pihak
atau lebih yang mengalami konflik tersebut.
Konflik batin bisa dengan diri sendiri atau orang
lain. Nah,,, saya juga pernah mengalami hal tersebut kebanyakan dengan saudara
laki-laki saya alias adik. Banyak hal yang memicu saya dan saudara saya
mengalami konflik tersebut, dari hal sekecilpun. Kebanyakkan konflik batin yang
terjadi antara saya dengan adik karena beda pendapat, beda keinginan dan
lain-lain. Mungkin karena antara saya dan adik mementingkan ego. Namun sebenarnya
itu wajar asal tidak keluar batas, maksudnya sampai terjadi pertumpahan darah. Karena
jika itu terjadi mungkin menambah masalah bukan menyelesaikan maslah. Bahkan setiap
keluarga didunia pasti mengalami konflik batin. Dan tidak mungkin setiap orang
tidak mengalami hal tersebut, karena dengan adanya konflik membuat saya dan
adik menjadi lebih dewasa untuk mengatasi suatu masalah bahkan semua orang.
Setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Dan jalan
keluar itu hanya kita yang bisa menanganinya karena kita mengalami konflik
tersebut. Sebenarnya ada banyak cara untuk menyelesaikan konflik batin antara
saya dan adik saya. Namun yang sering saya lakukan yaitu berdiam diri sejenak
dan kemudian meminta maaf. Sebagai kakak sebenarnya saya harus mengalah dengan
adik mungkin karena gengsi atau mementingkan ego sehingga konflik itu bisa
terjadi. Wajar, karena manusia tidak sempurna dan nafsu yang besar.Setidaknya ada manfaat dari adanya konflik batin ini.
Langganan:
Komentar (Atom)